Langsung ke konten utama

Fenomena "Secreto"


Let’s get strated..

Okay. Sebelumnya ragu sih, mau bahas secreto atau bahas topik lain yang emang udah jadi uneg-uneg dan butuh dikeluarin dari otak ini. Tapi aku rasa, secreto lebih prioritas untuk dibahas karna memang “perlu”. Hahaha, oke sebelum jauh masuk kedalam inti pembahasan, gue cuma mau bilang this post is based on my opinion. Literally bener-bener dari sudut pandang gue.

Perlu prolog ga? Secreto itu apaan? Gausahlah yaa, orang-orang pasti udah pada cerdas dan udah pada ngarti.

So, in my opinion secreto itu adalah Applikasi yang main purpose nya apa, gue sangat nggak paham. Faedahnya juga apa. Mungkin bagi beberapa orang yang emang niatnya just for making fun, isokey. Tapi menjadikan secreto alibi untuk media introspeksi rasanya “ngga make sense banget”.

Coba bayangin, lu kasih orang space buat ngejudge, buat ngata-ngatain. Yang awalnya u don’t have any problems dan tenang-tenang aja dengan hidupmu, tiba-tiba bisa ngerasa terusik hanya karna nggak terima dikatain kaya gitu. Manusiawi. Siapa sih yang mau dikatain yang engga-engga. Dari yang niatnya cuman pengen introspeksi, cuman seneng-seneng terus akhirnya berujung pada “Masa sih, gue kaya gitu”, “Ah engga kok, ngaco nih orang”, “Pasti ini yang ngomong si Mawar nih”. Respon kaya gitu itu pasti lo lakuin kan “as a secreto user”. But dudeeee, the way u said “Pasti ini si A, B atau C” itu belum tentu bener. And if u wonder kalo mereka yang ngatain itu, suudzon banget nggak sih. Iya kalo bener, kalo ternyata lu salah sasaran nebak orang gimana ?

Sejauh ini gue masih ngga nemuin manfaat dari secreto itu apa. Karna ya emang ga penting banget. Orang ngejudge by sosmed, orang ngata-ngatain by sosmed which is ngga semua orang yang ada di sosmed itu real. Jadi, ga bisa relate aja. Toh juga ga semua user secreto know your personality as well.

Mostly, yang gue sayangin, u just wasted ur time, kalo kalian sadar. Banyak cara sih untuk entertain diri kalian sebenarnya.

Oyaaa, dampak dari adanya secreto ini bisa dibilang cukup parah sih. Karna menyangkut mental health seseorang. Like seriously, gue ngga ngebayangin kalo misal gue ikut-ikutan bikin akun secreto. Mungkin udah bukan hp lagi yang gue banting. Hahaha.

The other way, buat orang-orang yang bisa santaaai dan cerdas emosi nanggepin, secreto ga akan jadi masalah. Semua balik lagi ke user sih, balik lagi ke tujuan awal. Terjun di akun itu tujuannya untuk apa. Kalo memang untuk entertain doang, yaudah kudu konsisten, mau orang ngatain kalian sejelek apapun, ya jangan ditanggepi serius, kan cuma buat hiburan.
Emang sih, nggak semua pengguna secreto itu menggunakannya sebagai media untuk ngejudge orang, but mostly jatohnya tetep ngga bener kalo kamu menghabiskan waktu untuk wondering “siapa ya kira-kira yang ngomong kaya gini” terus habis itu salah nebak. Kan, suudzon lagi. Wkwk.

Tetep nih ya, kalo disuruh milih. Surely, gue ga pengen ikutan. Karna sejauh ini otak gue belum nemuin faedahnya apa, even buat hiburan doang aku rasa banyak hiburan yang lebih sehat untuk mental dan hati gue. Karna mental health itu prioritas hidup.

Jadi, intinya kayak gitu sodara-sodara. Yang pengen main silakan main. Yang nggak pengen main, selamat, mental kalian bisa dipastikan akan jauh lebih sehat dan hati lebih tenang, demikian dengan otak. Hahaha, Whooopz, canda euy. Selamat berproses, menjajaki platform sosmed satu-persatu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mau jadi apa Indonesia ?

Helooo, i’m back. Setelah sekian lama tidak berkawan dengan blog karena kesibukan yang tidak jelas sibuk ngapain. Hehe. Kali ini gue mau ngebahas soal fenomena yang lagi booming. Anak smp yang nekat nikah muda dengan dalih takut tidur sendirian. Dari kemarin gue udah gemes nahan-nahan supaya ga terlalu speak up, tapi kagaaa bisa, aaasli gabisa. Jadi, biarkan gue dengan lantang mengatakan if i am totally disagree sama dispensasi yang diberikan pengadilan kepada dua bocah ini. Can you imagine guys ? Smp umur 16 sama 15 tahun. Nikah. Apa sih Dik yang kamu cari ? (Semoga Tuhan memberkahimu keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah ya. Dan semoga ga bermunculan tagline berita serupa). Aamiin.  Oke, terlepas dari hak asasi manusia atau apapun itu. Tolong dipahami. Menikah bukan melulu soal hidup bareng, tidur ada temennya, terus bisa bebas ena-ena kaya gitu. Disini gue juga gamau menggiring opini reader untuk jadi membenci sama keputusan bocah smp ini, karna bagaimanapun...

Sorry

Sorry It was my fault for making you wait too long. Sorry to always put you into my bad assumption Maybe you think that i am broke my promises No, i am not. I am just waiting for the right time tho. And, Sorry for loving you Sorry for wanting to be with you right now. I am craving for your presence. Do you know that i always waiting for you for the constant messages of “how are you”, “i miss you” or “haloo babe”, i tend to worry about you a lot. But again, Sorry, for making you wait too long. Sorry for the cold and distant me (sometimes) I know you are battle with your internal, for making sure, for stay, that i am not the person like that. And maybe now, u were reached your limit. Things between us have been different lately, sorry for missunderstanding everything about you. Sorry for being the most logical person. Sometimes i wonder, i need to say goodbye because you are so cold. Because what’s the sense of trying up the light up a fire, insi...