Langsung ke konten utama

Jalan hidup manusia itu "BEDA-BEDA"



Hay,

Balik lagi di blog yang semoga bermanfaat. Lagi bosen banget nih sama yang namanya skripsi dan sedang mencoba mencari pelarian. Kesinilah gue akhirnya hahaah. Karna lagi ga pengen bahas topik yang berat-berat akhirnya gue mutusin untuk membahas topik yang mungkin selama ini orang kurang aware. Well said, gue mau bahas soal “jalan hidup manusia itu BEDA-BEDA”.


Oya, kemarin pengumuman SNMPTN ya. Congratulation buat yang lolos, buat yang belum “mangaat coy. Masih ada banyak pintu. Jangan lemaaaah. Jangan berhenti usaha, kebayang ngga nyeselnya gimana kalo kalian mutusin buat stop padahal selangkah lagi kalian sampe.”


Buat anak-anak yang lolos, jangan terlalu seneng, ada banyak temen kalian yang kudu dijaga perasaannya. Semoga kalian paham sama apa yang gue omongin.


Ok, dulu gue pernah ngerasain ada di titik, apaan sih snmptn, gimana sih mekanismenya, kenapa banyak orang yang mendewakan sistem itu.


Gue ngomong kayak gitu karna gue team yang failed, hahaha (peace out). Tapi untungnya nih, gue punya emak yaaang super duper baik, sabar, dan bukan tipe orangtua yang judgemental. Disaat gue ngerasa ada dititik paling bawah, nggak ngerti kudu gimana, kerjaan gue nangis mulu tiap hari, emak gue tiba-tiba ngomong “Jalan orang itu beda-beda mbak. Jangan pernah ngerasa kamu sedang berkompetisi soal hidup. Semua orang sudah punya jalannya masing-masing. Sudah punya track sendiri. Kamu ga bisa nerima kayak gini karna kamu sedang tidak hidup di jalanmu. Kamu hidup di track orang lain dan melihat itu sebagai trackmu. Nggak lolos bukan berarti kamu bodoh, Tuhan udah atur semuanya. Kita ga pernah tau rencana Dia seperti apa. Tugas kita hidup disuruh perbanyak doa dan usaha. Memangnya kalo kamu nangis gini, bisa ngerubah hasilmu itu ? Engga kan. Udahlah buat apa nangis.”


Omongan itu yang sampe sekarang gue pegang, omongan itu yang sampe sekarang gue inget-inget tiap waktu. Makanya gue ga pernah ngiri soal widih temenku udah sempro duluan, widih ipk dia tinggi banget dan widih widih yang lainnya itu.  Karna buat gue, semakin banyak waktu buat ngurusin orang lain semakin waktu gue berkurang untuk memperbaiki kualitas diri gue. Bukannya sok sok an, tapi emang gue tipe orang yang seneng belajar dari apapun dan siapapun. Termasuk dari tukang becak tukang sapu jalanan tukang tambal ban. Gue pernah gitu ya tersesat malem-malem, hujan, dan maps sialan ngarahin gue ke jalan yang ga bener, kemana gue akhirnya (?) tanya ke Pak Darto (tukang tambal ban) di daerah Sidoarjo. Bodo aja sih abis nganter temen yang rumahnya di daerah Medaeng mau balik Ketintang, pake acara nyasar di daerah Pondok Candra (Sidorajo). Gue emang bodo soal per-jalan-an aspal duniawi ini, tapi nggak soal per-jalan-an hidup kok, tenang aja mas. Eh, Apaan sih. Hahaha.


(Ok, balik lagi) Itulah kenapa selama ini gue cenderung bodo amat sama yang namanya kompetisi, karna semakin tua semakin sadar kalo damai itu menentramkan. So i decided to “cinta damai”. Karna semua sudah digariskan Tuhan kalau jalan hidup manusia itu beda-beda. Kalau memang ingin jadi yang terbaik, yaudah usaha semaksimal mungkin, sabaik mungkin. Yu don’t need to see human as an enemy, karna mereka manusia yang butuh dikasihi.


Itu aja sih, semoga intinya kena, Trimss.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mau jadi apa Indonesia ?

Helooo, i’m back. Setelah sekian lama tidak berkawan dengan blog karena kesibukan yang tidak jelas sibuk ngapain. Hehe. Kali ini gue mau ngebahas soal fenomena yang lagi booming. Anak smp yang nekat nikah muda dengan dalih takut tidur sendirian. Dari kemarin gue udah gemes nahan-nahan supaya ga terlalu speak up, tapi kagaaa bisa, aaasli gabisa. Jadi, biarkan gue dengan lantang mengatakan if i am totally disagree sama dispensasi yang diberikan pengadilan kepada dua bocah ini. Can you imagine guys ? Smp umur 16 sama 15 tahun. Nikah. Apa sih Dik yang kamu cari ? (Semoga Tuhan memberkahimu keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah ya. Dan semoga ga bermunculan tagline berita serupa). Aamiin.  Oke, terlepas dari hak asasi manusia atau apapun itu. Tolong dipahami. Menikah bukan melulu soal hidup bareng, tidur ada temennya, terus bisa bebas ena-ena kaya gitu. Disini gue juga gamau menggiring opini reader untuk jadi membenci sama keputusan bocah smp ini, karna bagaimanapun...

Sorry

Sorry It was my fault for making you wait too long. Sorry to always put you into my bad assumption Maybe you think that i am broke my promises No, i am not. I am just waiting for the right time tho. And, Sorry for loving you Sorry for wanting to be with you right now. I am craving for your presence. Do you know that i always waiting for you for the constant messages of “how are you”, “i miss you” or “haloo babe”, i tend to worry about you a lot. But again, Sorry, for making you wait too long. Sorry for the cold and distant me (sometimes) I know you are battle with your internal, for making sure, for stay, that i am not the person like that. And maybe now, u were reached your limit. Things between us have been different lately, sorry for missunderstanding everything about you. Sorry for being the most logical person. Sometimes i wonder, i need to say goodbye because you are so cold. Because what’s the sense of trying up the light up a fire, insi...

The Way How to Love Yourself

The Way How to Love Yourself Whoopz, finally come back. Di blog yang kadang jelas, tapi lebih banyak nggak jelasnya. Karena banyak curhatan terselubung didalamnya, eh. Hahaha. Ok, kemarin gue sempet dilema mau posting topik ini duluan atau secreto. Akhirnya gue mutusin untuk post secreto dulu, mumpung momentnya dapet. Dan dari conclusion kemarin, soal mental health itu gue bakal terusin di topik ini. Tapi anyway, postingan ini bener-bener tentang fenomena yang gue alami entah datangnya dari diri ini atau manusia lain. Kalau ada kurang lengkap atau ga setujunya, yheu mon maap, daripada berdebat mari kita musyawarah untuk mufakat. Bukankah seperti itu lebih baik Katemi ? hahaha. Ngomonin the way how to love urself pasti fokus utamanya ada pada kebahagiaan, dan definisi bahagia setiap orang sudah pasti berbeda. Berhubung gue jomblo, jadi sebisa mungkin gue memaknai kehidupan yang menyenangkan ini sebagai jomblo. Buat kalian yang in relationship, pasti lah memaknai kebahagiaa...